Rabu, 25 Agustus 2010

Menjadi Muslimah Mulia

Saudariku, muslimah merupakan sosok yang sangat diidam-idamkan dan sangatlah mulia karena muslimah adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam segala aspek; baik aspek agama, pendidikan, sosial dsb. Akan tetapi ketika kita melihat sekarang ini, banyak wanita-wanita Islam yang jauh dari agamanya, yaitu sosok muslimah. Seperti banyak wanita yang tidak mengenakan hijab, tidak menjaga kehormatan dan pergaulan dan masih banyak lagi yang lainnya. Dimana sosok wanita yang mulia itu? Dimana Wanita yang selama ini didamba-damba?

Saudariku, wanita merupakan tonggak dari keluarga yaitu apabila wanitanya baik maka akan baik seluruh keluarganya dan apabila keluarganya baik maka masyarakat pun juga akan baik. Begitu juga apabila masyarakatnya baik maka akan baik pula negaranya. Wanita memiliki sifat yang lembut, berperasaan, penuh kasih sayang, sabar, ulet, telaten; yang merupakan modal bagi wanita untuk mendidik dan membesarkan putra-putrinya.

Wanita merupakan sosok yang memiliki multi peran. Keluarga adalah tempat setiap manusia mengawali kehidupan yang merupakan dasar dari pembentukan setiap manusia, karena itu wanita sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga berperan penting dalam berbagai upaya mewujudkan manusia-manusia yang beraqidah yang lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berbudi luhur, berakhlak mulia, berperikemanusiaan dan berpendirian teguh.

Saudariku, banyak sekali cara agar kita bisa menjadi muslimah yang mulia, diantara yang menjadikan seorang wanita menjadi muslimah mulia adalah:

  • Ketika Muslimah bersama Robbnya.

Keimanan seorang wanita merupakan pembeda anatara wanita biasa dan wanita muslimah. Aqidah yang lurus, bersih dan suci tidak terlumuri dengan kebodohan, keheningannya tidak akan menjadi keruh dan tidak akan padam karena bayang-banyang keraguan. Allah ta’ala berfirman:“Katakanlah,’Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab,‘kepunyaan Allah.’. Katakanlah,’(kalau demikian maka dari jalan manakah kalian akan ditipu?”(TQS.Al Mukminun:88-89)

Muslimah yang mulia adalah muslimah yang ketika beribadah kepada Robbnya dengan semangat yang tinggi, karena dia mengetahui bahwa dia diberi kewajiban untuk melaksanakan amalan-amalan yang telah diatur syari'at dan diwajibkan Allah terhadap setiap orang Muslim dan Muslimah. Seperti mendirikan sholat 5 waktu, adakalanya mengikuti shalat jama'ah di masjid, menghadiri shalat ‘ied, shalat rawatib dan nawafil, membaguskan pelaksanaan shalat, mengeluarkan zakat mal, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mendirikan sholat malam, memakai hijab yang sesuai dengan ketentuan syari’at dan ibadah-ibadah lainnya.

  • Muslimah dalam memelihara Diri

Islam mengajarkan kita dalam segala hal dari hal yang kecil sampai hal yang besar baik dalam hal lahir maupun batin. Contohnya, selalu murah senyum, berpakaian, makan, minum, bersin dan lain sebagainya. Sebagai muslimah kita tidak boleh bersikap acuh terhadap diri kita sesibuk apapun kita, baik dalam penampilan yang baik dan bersih, kesehatan, menuntut ilmu dan yang lainnya yang merupakan cerminan seorang muslimah. Rosulullah Shalallahualaihi wasallam bersabda kepada para sahabat ketika mereka akan mendatangi saudara-saudara mereka,”Kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian. Karenanya, perbaikilah kendaraan kalian, dan pakailah pakaian yang bagus sehingga kalian menjadi tahi lalat ditengah-tengah manusia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai sesuatu yang buruk.”(HR. Abu Dawud dan Hakim). Muslimah akan senantiasa menyelaraskan antara penampilan lahir dan penampilan batin sehingga tidak terjadi keseimbangan dan dia akan mengamalkan apa yang telah ia peroleh dari ilmu yang telah ia dapatkan.

Seorang muslimah ibarat emas yang begitu berharga karena emas itu terpendam dan untuk memperoleh emas seseorang harus memerlukan pengorbanan untuk mendapatkannya sehingga ketika sudah didapat, emas itu akan dihormati dan dijaga oleh sang pemilik. Lain halnya dengan sayuran, sayuran mudah diperoleh, tidak tahan lama dan lama-kelamaan akan membusuk dan berbau tidak enak. Ini yang menjadi pembeda antara wanita biasa dan wanita muslimah yaitu seperti emas dan sayuran.

  • Muslimah terhadap orang tua

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban bagi setiap anak. Allah ta’ala berfirman:

Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua orang tua”(TQS. Al Ankabut:8)

Seorang muslimah akan senantiasa berbakti kepada orang tuanya sampai dia mendapatkan pasangan hidupnya. Bukan berarti setelah menikah seorang muslimah tidak mempunyai kewajiban untuk berbakti kepada orang tuanya, akan tetapi berbakti kepada suami lebih utama apabila dia telah menikah. Sehingga sebelum menikah muslimah senantiasa berbakti kepada orang tuanya, lain halnya dengan laki-laki, laki-laki memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orang tuanya sampai waktu yang tidak ditentukan walaupun di telah menikah, kewajiban berbakti kepada orang tua tetap lebih utama.

  • Muslimah terhadap suami

Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh setiap manusia, dimana berkumpulnya dua insan yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Wanita sholihah merupakan tiang keluarga, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan seorang laki-laki, bahkan wanita sholihah merupakan perhiasan terbaik dalam kehidupan ini. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.”(HR. Muslim).

Cara agar menjadi wanita sholihah yang berhasil dan berkedudukan tinggi, dicintai, dibanggakan dan disayangi suami di antaranya: memilih suami yang baik agamanya, taat dan berbakti kepada suami, berbakti kepada ibu mertua dan menghormati keluarganya, tidak menyebarluaskan rahasia suami, senantiasa mendampingi dan mendukung pendapat suami, menarik hati suami dan masih banyak lagi yang lain.

  • Muslimah terhadap anak-anaknya.

Tidak pernah lepas dari pikiran wanita bahwa tanggung jawab seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya dan membentuk kepribadian anak-anak. Seorang muslimah yang mengetahui agama dan mengikuti petunjuk agama maka dia akan mengetahui tugas pendidikan yang diembannya sehingga dia akan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarganu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”(TQS. At Tahrim: 7). Wanita muslimah yang selalu dipancari agama selalu mengingat bahwa anak-anak memerlukan dan membutukan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni agar jiwa mereka tumbuh dengan sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan dan juga agar mengisi dengan optimism dan menjadikan diri penuh kepercayaan serta mengisi otak anak-anak dengan berbagai harapan dan keinginan.

Masih banyak cara yang dapat menjadikan wanita sebagai muslimah yang mulia, yang memiliki kepribadian yang unggul, baik dalam agamanya maupun lingkungannya. Tentunya hal tersebut tidak akan pernah lepas dari kepribadian muslimah tersebut, dalam ibadah dan akhlaknya yang sesuai dengan adab-adab islamy yang agung. Semoga kita semua merupakan wanita muslimah yang mulia dan merupakan muslimah yang bisa membuat orang disekeliling kita bahagia dan jauh dari perpecahan.


Sumber: www.muslimahtips.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar